1. Another Dreams - Another Day
Aku tak terlalu pintar memulai tulisan seperti ini, tapi ku coba.
ada hal yang ingin ku bagikan.
2 hari lalu ku bermimpi, mimpi yang selama ini ku impikan terjadi di kenyataan.
Ku terbangun dan seolah terkejut dan tersadar bahwa ini adalah mimpi, ku coba menerima meski memang ku tak rela.
Mimpi ku dia datang menemuiku, bertemu orang tua ku, dan orang tua nya datang juga. Serasa pertemuan yang akrab, kami duduk merangkul satu sama lain, dan itu seperti sebuah pertemuan keluarga yang biasa.
Tak lama orang tuanya pulang kerumah, dan dia tetap bersama ku yah kami sudah menikah dan orang tua nya datang mengunjungi kami.
Sayang nya itu hanya lah mimpi lain di hari yang lain.
Sekarang ku kembali berpikir, jika ku bisa kembali pada titik waktu tertentu, ku ingin kembali pada 2006.
Tahun di mana ku mulai masuk SMA. kenapa? karena ku ingin belajar lebih baik lagi, meski nilaiku cukup baik saat itu 3 besar adalah langganan ku, tapi ku ingin beljar lebih baik lagi agar ku bisa menetap di luar negeri. Setelah itu bekerja dengan baik tanpa memikirkan pacar apalagi menikah, hingga ku merasa layak ku akan menemui nya. yah Dia yang ada di mimpi ku.
Ku cuma jadi lelaki yang hanya bisa ber andai - andai ku masih Cinta ku masih Sayang, tapi ku tak berani bertindak, apakah itu Cinta apa itu Sayang? atau itu hanya hasrat?.
Persimpangan ku sangat rumit dan ku memilih untuk diam dan bergerak, karena jika ku memilih melangkah, aku bingung jalan mana yang harus ku pilih.
1. Ku masih mencintai nya, jika ku menghubungi nya kembali kemungkinan yang paling besar adalah dia tidak akan membalas atau dia akan sangat marah ku kembali menghubungi nya, seperti yang dia katakan dia menganggap aku sudah Mati dan memintaku tidak menghubungi nya lagi.
2. Kemungkinan yang paling kecil adalah dia membalas dan mau bertemu dengan ku untuk menyelesaikan hal yang ini, dengan kemungkinan kami memulai hubungan kami kembali atau kami akhiri semua dengan baik
3. Jika kami memulai lagi, aku akan menyakiti banyak orang termasuk keluarganya dan keluargaku, apa aku sanggup? aku pernah berkata bahwa demi DIA ku mau melakukan nya, tapi ku sangat mengenal DIA, DIA tidak akan mau ku melakukan itu, mungkin jalan ini yang sangat ingin ku lalui. "mungkin"
4. Jika kami akhir semua dengan baik, ku tak pernah berpikir akan ada di kemungkinan ini, meski baginya kami sudah berakhir, perasaan ku sudah terpatri padanya.
Comments
Post a Comment